FARMASI
Apa sih farmasi itu ??
Farmasi adalah suatu profesi yang berkaitan dengan kesehatan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan kesehatan dan kimia. Ruang lingkup farmasi termasuk beberapa peran tradisional seperti menggabungkan dan membagikan obat-obatan untuk para dokter, juga termasuk peran modern seperti perawatan pasien, termasuk juga layanan-layanan klinis, meninjau obat-obatan untuk keamanan dan keifisienan, dan menyediakan informasi mengenai obat-obatan.
Ada bermacam-macam keahlian-keahlian dalam latihan farmasi. Spesialisasi dalam farmasi biasanya tergantung berdasarkan tempat latihan dan peran latihan tersebut termasuk komunitas, rumah sakit, farmasi klinik, wakil dokter, informasi obat, apotik, dan sebagainya....
Ilmu yang berhubungan dengan obat-obatan.Selain itu juga dalam ilmu ini di pelajari:
1. Penelitian mengenai penyakit-penyakit
2. Kemungkinan penyembuhan
3. Penelitian obat-obat baru
4. Penelitian efek samping obat-obatan dan atau teknologi baru terhadap beberapa penyakit berhubungan dengan perjalanan obat di dalam tubuh serta perlakuan tubuh terhadapnya.
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20070810050934AAUFX1r
manfaat teknologi farmasi
Maksudnya adalahl membuat rancangan bentuk sediaan, garis besar formulasi sediaan, cara pemberian dengan bentuk sediaan dan tahap-tahap pengembangan sediaan.
Termasuk preformulasi, eksipien, sistem peralatan dalam pembuatan sediaan, formulasi, cara pembuatannya serta evaluasi sediaan obat, kosmetik, dan bahan alam.
Jadi manfaatnya agar dapat memahami penerapan teknologi dalam pengembangan produksi sediaan farmasi solida, likuida, semisolida, dan sediaan steril.
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20100315193311AAStSor
Ini Penjelasan Penggolongan Obat
Penggolongan Obat
Obat dapat dibagi menjadi 4 golongan yaitu :
1. Obat Bebas
Obat bebas adalah obat yang dijual bebas di pasaran dan dapat dibeli tanpa resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas adalah lingkaran hijau dengan garis tepi berwarna hitam.

Contoh : Parasetamol
Obat esensial : obat terpilih yg paling dibutuhkan utk pelayanan kesehatan bagi masyarakat terbayak, mencakup upaya diagnosa, profilaksis, terapi dan rehabilitasi yg hrs diusahakan selalu tersedia pd unit pelayanan sesuai dgn fungsi dan tingkatannya. Tercantum dlm DOEN
Cth:analgesik,antipiretik
Obat GENERIK : obat dgn nama resmi yg ditetapkan dlm farmakope Indonesia utk zat berkhasiat yg dikandungnya. Nama ini ditentuka o/ WHO dan ada dlm daftar Internasional Nonproprietaryu Name Index.
2. Obat Bebas Terbatas
Obat bebas terbatas adalah obat yang sebenarnya termasuk obat keras tetapi masih dapat dijual atau dibeli bebas tanpa resep dokter, dan disertai dengan tanda peringatan. Tanda khusus pada kemasan dan etiket obat bebas terbatas adalah lingkaran biru dengan garis tepi berwarna hitam.
Contoh : CTM
3. Obat Keras dan Psikotropika

Obat keras adalah obat yang hanya dapat dibeli di apotek dengan resep dokter. Tanda khusus pada kemasan dan etiket adalah huruf K dalam lingkaran merah dengan garis tepi berwarna hitam.
Contoh : Asam Mefenamat
Ada tanda peringatan pd kemasannya, dgn dasar hitam tulisan putih, sbb:
P1, awas obat keras. Baca aturan pemakaiannya.
P2.Awas obat keras.hanya untuk kumur, jangan ditelan
P3,Awas obat keras.Hanya untuk bagian luar badan.
P4.Awas obat Keras.Hanya untuk dibakar
P5.Awas Obat Keras.Tidak boleh ditelan
P6.Awas Obat Keras Obat wasir, jangan ditelan
Obat psikotropika adalah obat keras baik alamiah maupun sintetis bukan narkotik, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktivitas mental dan perilaku.
Contoh : Diazepam, Phenobarbital
Obat Wajib Apotek (OWA) : obat keras yg dpt diserahkan oleh apoteker pengelola apotek tanpa resep dokter.
Tujuan Obat Wajib Apotek : meningkatkan kemampuan masy. dlm menolong dirinya sendiri,meningkatkan pengobatan sendiri scr tepat aman dan rasional.Cth ; obat sal.cerna (famotidin);obat kulit (asam fusidat);Anti infeksi/TBC (INH,Rifampicin, PZA,Ethambutol;sistem muscoletal (alluppurinol, Na diklofenak), dll.
4. Obat Narkotika

Obat narkotika adalah obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri dan menimbulkan ketergantungan.
Obat narkotika golongan I :hanya dpt digunakan utk kepentingan ilmu pengetahuan & dilarang digunakan untukk kepentingan lainnya.
Cth: Tanaman: Papaver somniferum L. (semua bag. termsk buah & jerami kec. bijinya),Erythroxylon coca; Cannabis sp.
Zat/senyawa : Heroin
Obat narkotika golongan II : dpt digunakan utk kepentingan pelayanan kes. Dan atau pengembangan ilmu pengetahuan. Distribusi diatur o/ pemerintah.
Contoh:
Morfin dan garam-gramnya
Petidin
Obat narkotika golongan III : dpt digunakan utk kepentingan pelayanan kes. Dan atau pengembangan ilmu pengetahuan. Distribusi diatur o/ pemerintah
Contoh : Codein
sumber : http://www.isfinational.or.id/info/22/741-obat-bebas-dan-bebas-terbatas.html
OBAT?? apaan yah itu..
Definisi:
Obat : suatu bahan atau paduan bahan-bahan yg digunakan dalam menetapkan diagnosa,mencegah, mengurangi, menghilangkan, menyembuhkan penyakit atau gejala penyakit, luka, atau kelainan badaniah dan rokhaniah pada manusia atau hewan, memperelok badan atau bagian badan manusia.
Diagnosa ( Tuberculin), mencegah(BCG,DPT,vaksin cacar), mengurangkan dan menghilangkan
(Codein,Novalgin dll) menyembuhkan(antibiotik), luka (betadine,sofratulee), kelainan rokhaniah(diazepam ), memperelok badan(kosmetika)
Obat jadi : obat dlm keadaan murni atau campuran dlm btk serbuk, cairan, salep, tablet,pil, suppositoria atau btk yg mpyai nama teknis sesuai dgn FI atau buku lain yg ditetapkan oleh Pemerintah Indonesia.
Obat paten : obat jadi dengan nama dagang yg terdaftar atas nama pembuat atau yg dikuasakannya dan dijual dlm bungkus asli dr pabrik yg memproduksinya.
Obat baru : obat yg terdiri atau berisi suatu zat, baik sbg bag yg berkhasiat maupun yg tdk berkhasiat(mis-nya pengisi,pelarut, bhn pembantu) atau komponen lain yg blm dikenal shg tdk diketahui akan khasiat dan keamanannya. Juga obat yg blm dimasukkan dlm FI yg scr resmi blm digunakan/diimpor di Indonesia.
Obat standar : obat yang formulanya ada di dalam buku-buku standar (resmi).
Obat asli : obat yang didpt langsung dari bhn alamiah Ind, terolah scr sederhana atas dasar pengalaman dan digunakan dlm pengobatan scr tradisional.
http://tiara130.student.umm.ac.id/2010/02/04/obat-apaan-yah-itu/
Peradaban Islam dikenal sebagai Maestro Perintis Bidang Farmasi
Peradaban Islam dikenal sebagai perintis dalam bidang farmasi. Para ilmuwan Muslim di era kejayaan Islam sudah berhasil menguasai riset ilimiah mengenai komposisi, dosis, penggunaan, dan efek dari obat-obatan sederhana dan campuran. Selain menguasai bidang farmasi, masyarakat Muslim pun tercatat sebagai peradaban pertama yang memiliki apotek atau toko obat.
Sharif Kaf al-Ghazal dalam tulisannya bertajuk The valuable contributions of Al-Razi (Rhazes) in the history of pharmacy during the Middle Ages, mengungkapkan, apotek pertama di dunia berdiri di kota Baghdad pada tahun 754 M. Saat itu, Baghdad sudah menjadi ibukota Kekhalifahan Abbasiyah. ”Apotek pertama di Baghdad didirikan oleh para apoteker Muslim,” ungkap al-Ghazal.
Jauh sebelum peradaban Barat mengenal apotek, masyarakat Islam lebih dulu menguasainya. Sejarah mencatat, apoteker pertama di Eropa baru muncul pada akhir abad ke-14, bernama Geoffrey Chaucer (1342-1400). Ia dikenal sebagai apoteker asal Inggris. Apotek mulai menyebar di Eropa setelah pada abad ke-15 hingga ke-19 M, praktisi apoteker mulai berkembang di benua itu.
”Umat Islam-lah yang mendirikan warung pengobatan pertama,” papar Howard R Turner dalam bukunya bertajuk Science in Medievel Islam . Philip K Hitti dalam bukunya yang terkenal bertajuk History of Arab, juga mengakui bahawa peradaban Islamlah yang pertama kali mendirikan apotek.
”Selain itu, peradaban Islam juga merupakan pendiri sekolah farmasi pertama,” ungkap K Hitti. Ia juga membuktikan bahwa umat Muslim di era kekhalifahan sebagai pencipta pharmacopoeia yang pertama. Perkembangan ilmu farmasi yang begitu cepat, membuat apotek atau toko-toko obat tumbuh menjamur di kota-kota Islam.
Hampir di setiap rumah sakit besar di kota-kota Islam dilengkapi dengan apotek atau instalasi farmakologi. Apotek-apotek itu dikelola oleh apoteker yang menguasai ilmu peracikan obat. ”Kaum Muslimin menyumbang begitu banyak hal terhadap perkembangan apotek atau obat,” ungkap Howard R Turner dalam bukunya bertajuk Science in Medievel Islam .
Di era kejayaan Islam, toko-toko obat bermunculan bak jamur di musim hujan. Toko obat yang banyak jumlahnya tak cuma hadir di kota Baghdad – kota metropolis dunia di era kejayaan Abbasiyah – namun juga di kota-kota Islam lainnya. Para ahli farmasi ketika itu sudah mulai mendirikan apotek sendiri. Mereka menggunakan keahlian yang dimilikinya untuk meracik, menyimpan, serta menjaga aneka obat-obatan.
Pemerintah Muslim pun turun mendukung pembangunan di bidang farmasi. Rumah sakit milik pemerintah yang ketika itu memberikan perawatan kesehatan secara cuma-cuma bagi rakyatnya juga mendirikan laboratorium untuk meracik dan memproduksi aneka obat-obatan dalam skala besar.Keamanan obat-obatan yang dijual di apotek swasta dan pemerintah diawasi secara ketat. Secara periodik, pemerintah melalui pejabat dari Al-Muhtasib – semacam badan pengawas obat-obatan – mengawasi dan memeriksa seluruh toko obat dan apotek. Para pengawas dari Al-Muhtasib secara teliti mengukur akurasi berat dan ukuran kemurnian dari obat yang digunakan.
Pengawasan yang amat ketat itu dilakukan untuk mencegah penggunaan bahan-bahan yang berbahaya dalam obat dan sirup. Semua itu dilakukan semata-mata untuk melindungi masyarakat dari bahaya obat-obatan yang tak sesuai dengan aturan. Pengawasan obat-obatan yang dilakukan secara ketat dan teliti yang telah diterapkan di era kekhalifahan Islam.
Perkembangan ilmu botani dan kimia telah mendorong umat Muslim untuk mengembangkan farmasi. Pada masa itu, ilmuwan Muslim seperti Muhammad ibnu Zakariya al-Razi (865-915 M) alias Razes turut mengembangkan pengobatan dengan menggunakan obat-obatan. Selain itu, dokter dan ahli farmasi Muslim lainnya Abu al-Qasim al-Zahrawi alias Abulcasis (936-1013 M) juga tercatat sebagai saintis perintis dalam bidang distiliasi dan sublimasi.
Tak cuma itu, Sabur ibnu Sahl (wafat 869 M), juga tercatat sebagai dokter pertama yang mencetuskan pharmacopoedia. Ia telah menjelaskan beragam jenis obat-obatan untuk mengobati penyakit. Saintis Muslim lainnya yang turut menopang tumbuhnya aoptek di era Islam adalah al-Biruni (973-1050 M). Sang ilmuwan legendaris Islam itu telah menulis buku farmakologi yang sangat berharga bertajuk Kitab al-Saydalah ( Buku tentang Obat-obatan).
Dalam kitabnya itu, al-Biruni menjelaskan secara detail pengetahuan mengenai peralatan untuk pembuatan oba-obatan, peran farmasi, fungsi serta tugas apoteker. Ia juga menjelaskan tentang apotek. Ilmuwan Muslim lainnya, Ibnu Sina alias Avicenna juga menulis tak kurang dari 700 persiapan pembuatan obat, peralatannya, kegunaan dan khasiat obat -obatan tersebut. Kontribusi Ibnu Sina dalam bidang farmasi itu dituliskannya dalam bukunya yang sangat monumental Canon of Medicine.
Ilmuwan Muslim lainnya yang turut menopang berdiri serta berkembangnya apotek di dunia Islam adalah al-Maridini dan Ibnu al-Wafid (1008-1074). Kedua karya ilmuwan Muslim itu telah dicetak dalam bahasa Latin lebih dari 50 kali. Kitab yang ditulis keduanya diterjemahkan ke dalam bahasa Latin berjudul De Medicinis universalibus et particularibus dan Medicamentis simplicibus.
”Kaum Muslimin telah menyumbang banyak hal dalam bidang farmasi dan pengaruhnya sangat luar biasa terhadap Barat,” papar Turner. Menurut Turner, para sarjana Muslim di zaman kejayaan telah memperkenalkan sederet obat herbal yang terbukti berkhasiat untuk kesehatan, seperti, adas manis, kayu manis, cengkeh, kamper, sulfur, serta merkuri sebagai unsur atau bahan racikan obat-obatan.
Menurut K Hitti, kemajuan peradaban Islam dalam farmasi dan apotek ditopang oleh banyaknya buku dalam bidang farmakologi yang ditulis ilmuwan Muslim. K Hitti mencatat, buku farmakologi pertama di dunia Islam ditulis oleh Jabir bin Hayyan. Selain itu, ada pula karya al-Razi, Ibnu Sina, Tabari dan d Majusi. ”al-Razi dan Ibnu Sina adalah dua dokter yang paling terkemuka di zamannya,” ujar K Hitti.
Sejak dulu, apotek yang dikelola apoteker merupakan bagian yang tak terpisahkan dari institusi rumah sakit. Hal itu sama halnya dengan farmasi dan farmakologi yang juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ilmu kedokteran. Dunia farmasi profesional secara resmi terpisah dari ilmu kedokteran di era kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah.
Terpisahnya farmasi dari kedokteran pada abad ke-8 M, membuat farmakolog menjadi profesi yang independen dan farmakologi sebagai ilmu yang berdiri sendiri. Menurut Howard R Turner, praktisi seperti herbalis, kolektor, penjual tumbuhan, rempah-rempah untuk obat-obatan, penjual dan pembuat sirup, kosmetik, air aromatik, serta apoteker merupakan profesi yang menopang geliat farmasi di dunia Islam.
http://tiara130.student.umm.ac.id/2010/02/05/maestro-farmasi/
Cara Penggunaan Narkoba, Psikotropika dan Zat Adiktif
OPIAT atau Opium (candu)
Merupakan golongan Narkotika alami yang sering digunakan dengan cara dihisap (inhalasi).
MORFIN
Cara pemakaiannya disuntik di bawah kulit, ke dalam otot atau pembuluh darah (intravena) ditabur pada luka
HEROIN atau Putaw
Umumnya digunakan dengan cara disuntik atau dihisap. Dimakan/Dihisap/disuntikkan/ditabur diluka
GANJA atau kanabis
Cara penggunaannya dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.
LSD atau lysergic acid atau acid, trips, tabs
Cara menggunakannya dengan meletakkan LSD pada permukaan lidah dan bereaksi setelah 30-60 menit kemudian dan berakhir setelah 8-12 jam.
KOKAIN
Disalahgunakan dengan cara menghirup yaitu membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus di atas permukaan kaca dan benda yang mempunyai permukaan datar. Kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot atau gulungan kertas. Cara lain adalah dibakar bersama tembakau yang sering disebut cocopuff. Menghirup kokain berisiko luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.
AMFETAMIN (shabu2)
Cara penggunaan dalam bentuk pil diminum. Dalam bentuk kristal dibakar dengan menggunakan kertas alumunium foil dan asapnya dihisap melalui hidung, atau dibakar dengan memakai botol kaca yang dirancang khusus (bong). Dalam bentuk kristal yang dilarutkan dapat juga melalui suntikan ke dalam pembuluh darah (intravena).

Shabu shabu berbentuk kristal, biasanya berwrna putih dan dikomsumsi dgn cara dibakar diatas almunium foil sehingga mengalir dari ujung satu keujung yag lain, kemudian asap yg ditimbulkan dihirup dengan sebuah Bong ( sejenis tabung yg didalamnya berisi air ). Air tesebut berguna sebagai penyaring pada saat asap melewati air itu,
SEDATIF-HIPNOTIK (Benzodiazepin/BDZ)
Cara pemakaian BDZ dapat diminum, disuntik intravena, dan melalui dubur.
ALKOHOL
Minuman keras terbagi dalam tiga Gol ( pasal 3 ayat 1 KEPPRES NO 3 Thn 1997 ttg Pengawasan dan Pengendalian Minuman beralkohol ) :
- Gol A berkadar Alakohol 01 % – 05 % seperti Bir, Green Sand. – Gol B berkadar Alkohol 05 % – 20 % seperti Martini, Wine ( Anggur ). – Gol C berkadar Alkohol 20 % – 50 % seperti Wisky, Brendy,
diminum
INHALANSIA atau SOLVEN
zat ini mudah menguap penyalahgunaanya denhan cara dihirup melalui hidung ( inhalasi ).
NIKOTIN ( Rokok )
Bentuk nikotin yang paling umum adalah Tembakau, yang dihisap dalam bentuk rokok, cerutu, dan pipa. Tembakau juga dapat digunakan sebagai sedotan dan dikunya ( tembakau tanpa asap ).
MDMA ( Ecstasy )
MDMA atau lebih dikenal dengan nama XTC. Diminum
Codein bentuknya pil/cairan jernih, cara penggunaannya Dimakan/disuntikkan
-Demero/pethidina bentuknya Pil/cairan tidak berwarna cara penggunaannya Dimakan/disuntikkan
-Methadon bentuknya pil, dan cara penggunaannya ditelan
Ekstasi/inex/I/ kancing dengan bentuk tablet/kapsul dan cara penggunaannya ditelan
LSD bentuknya kertas dengan cara penggunaannya dihisap
e. Sedativa bentuknya kapsul, cara penggunaannya ditelan
PENYEBARAN HIV KARENA PEMAKAIAN ALAT SUNTIK SECARA BERGANTIAN
Infeksi HIV menyebar secara mudah bila orang memakai alat suntik secara bergantian dalam penggunaan narkoba. Darah yang terinfeksi terdapat pada semprit (insul) kemudian disuntikkan bersama dengan narkoba saat pengguna berikut memakai semprit tersebut. Ini adalah cara termudah untuk menularkan HIV selama penggunaan narkoba karena darah yang terinfeksi langsung dimasukkan pada aliran darah orang lain.
Hanya dibutuhkan jumlah darah yang kecil pada tangan, sendok, saringan, turniket, atau pada air bilas untuk menularkan kepada pengguna lain.
sumber : http://spiritia.or.id/li/bacali.php?lino=156